Penuhi Kebutuhan Tenaga Teknis dengan Tenaga Kontrak

By on

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kapuas Hulu merupakan salah satu instansi yang menangangi infrastruktur daerah. Instansi ini masih kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya untuk tenaga teknis. Untuk menutup kekurangan tersebut, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kapuas Hulu telah menerima tenaga kontrak dengan berbagai latar belakang pendidikan.

Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu, Jantau, S.Sos, mengatakan bahwa untuk memenuhi standar pekerjaan dinas, setidaknya ada 144 tenaga struktural yang bekerja di dinasnya. Namun kondisi saat ini, hanya ada 53 tenaga struktural saja. “Sebab itu kekurangan tenaga struktural di dinas kami ada sekitar 91 orang. Tenaga struktural yang dimsaksud ini adalah pegawai negeri sipil,” ujarnya, Minggu (7/7)

Kebutuhan tenaga struktural tersebut pada bidang kerja teknis, khususnya untuk perencanaan, pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan. Tentunya untuk bidang kerja tenknis tersebut, kata Jantau, harus orang-orang dengan kualifikasi pendidikan tertentu. “Untuk perencanaan, pengawasan dan pemeriksaan itu tidak bisa sembarangan, perlu tenaga yang memang sesuai bidang pendidikannya. Beda kapasitas kerja tentu beda ilmu yang dibutuhkan dalam penerapan kerja itu,” terangnya.

Dari kondisi yang saat ini kurang tenaga teknis, kata Jantau, mau tidak mau pihaknya menutup kekurangan tersebut dengan memperkerjakan tenaga kontrak. Sebab dari penerimaan PNS tahun 2018 itu, hanya ada penambahan lima orang saja tenaga teknis. “Jumlah PNS ini masih kurang dan perlu bertahap penambahannya, tergantung pemerintah. Sementara ini, kita penuhi dulu dengan tenaga kontrak,” kata Jantau.

Terkait denga jumlah tenaga kontrak di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kapuas Hulu, kata Jantau, saat ini berjumlah 96 orang. Dengan jumlah itu sebetulnya sudah melebihi kebutuhan tenaga teknis. “Hanya saja kualifikasi pendidikan mereka tidak semua menguasai teknis,” tutur Jantau.

Agar tenaga kontrak mempunyai skill yang dinas perlukan maka mereka selalu disertakan dalam pelatihan teknis. Dengan begitu pekerjaan yang diberikan dan kemampuan mereka seimbang. “Dengan pola sekarang ini ada pembinaan dan lain-lain, kami mulai bagus dalam singkronisasi kegiatan, baik di sekretariat atau dilapangan. Kita terus beri pelatihan khusus, agar tenaga kontrak juga punya kualsifikasi disamping pengalamannya.,” tuntas Jantau. (yohanes)

About KIP