Keluarga Besar RSUD dr. Achmad Diponegoro Gelar Acara Halal Bi Halal Dengan Konsep Lesehan

By on

Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, pejabat struktural, dokter spesialis,  dokter umum, perawat inap, Kepala Ruangan, Kepala Instalasi, dan sebagian staf, petugas keamanan, dan petugas kebersihan, duduk lesehan di acara halal bi halal di aula RSUD Putussibau, Kamis (13/6/2019).

Acara ini digelar dengan konsep lesehan agar tercipta suasana kekeluargan di lingkungan kerja RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau.

Halal bi halal digelar dalam rangka memupuk rasa kepedulian terhadap diri sendiri, pasien, dan lain sebagainya bertepatan dengan bulan kemenangan umat muslim. Bertema “Dengan Silaturahmi Kita Tingkatkan Kualitas dan Kinerja” acara ini digelar di Aula RSUD dr. Achmad Diponegoro pukul 12.00 WIB.

Dalam sambutannya Direktur dr Achmad Diponegoro RSUD Putussibau, drg. Poltak Pandapotan Sianturi, M.Kes., menghimbau untuk mempererat tali silaturahmi, serta memupuk kebersamaan di antara pegawai rumah sakit dan mempererat persatuan guna meningkatkan apa yang menjadi tujuan bersama. Agar apa yang menjadi visi bisa digapai.

“Ada beberapa hal yang sebenarnya menjadi tujuan di dalam acara silaturahmi ini. Diantaranya kebersamaan.” Ujarnya.

Pegawai RSUD seperti sebuah keluarga, saling melengkapi kekurangan dan kelebihan. Tidak ada yang sempurna, terbatas dalam segala hal, namun setiap insan mempunyai talenta yang bisa dikembangkan dan bisa membantu pelayanan orang lain.

Ia juga memberikan himbauan agar setiap pegawai bisa melihat sebuah kesatuan ini menjadi hal-hal yang dapat mempererat silaturahmi. Diharapkan hari ini kembali dari nol dan kita kembali menjadi manusia baru. Saling bergandengan tangan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja diri.

Sedangkan dalam kesempatan yang sama Kepala Bagian Tata Usaha, Zainudin, SKM, MKes., dalam uraian hikmah ia menyampaikan, banyak sekali nikmat yang bisa langsung dirasakan, dan yang tidak bisa dirasakan secara langsung, tetapi nikmat-Nya luar biasa.

Zainudin mengajak untuk menyadari betapa banyak nikmat yang diperoleh dan sudah seharusnya untuk bersyukur kepada Sang Pencipta Alam Semesta dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan Allah.

Zainudin juga menyampaikan ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan halal bihalal. Berdasarkan pendapat beberapa ulama ada tiga, yang pertama pembersih dari segala kesalahan, kedua membersihkan hati dari pada rasa benci kepada sesama, dan ketiga, memupuk rasa kepedulian dan kebersamaan.

“Manusia adalah makhluk biopsikososiospritual, sebagai makhluk biologi manusia terdiri dari susunan sistem organ tubuh yang digunakan untuk mempertahankan hidupnya, sejak proses kelahiran, perkembangan, dan proses kematian.” Jelasnya.

Sebagai makhluk psikologi manusia mempunyai struktur kepribadian, tingkah laku sebagai manifestasi dari kejiwaan. Mempunyai daya fikir dan kecerdasan. Sebagai makhluk sosial  manusia berinteraksi, dan tolong menolong terhadap sesama. Dan sebagai makhluk spiritual manusia mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, menanamkan sifat religius yang dianutnya. (Ria).

About KIP