Wabup Buka Lomba Bercerita Tingkat Pelajar SD

By on

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, S.H., membuka acara lomba bercerita anak tingkat pelajar Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidayah se Kapuas Hulu, di Hotel Mitra Sentosa, Senin (17/6) pagi. Kegiatan tersebut di ikuti 23 perserta dari 12 Kecamatan, hadir pula Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kapuas Hulu, Muhtarudin dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi.

Muhtarudin menuturkan lomba bercerita tersebut untuk menumbuhkan minat baca khususnya bagi kalangan pelajar. Agar mereka juga memahami sejarah daerahnya sendiri. “Jadi anak-anak diminta bercerita tentang kebudayaan daerah, kepahlawanan. Bercerita tentang hal yang memiliki filosofi kehidupan dan mendidik,” ujarnya.

Ada 23 perserta yang berpartisipasi dalam lomba bercerita anak. Perserta berasal dari 12 kecamatan. “Nanti pemenang lomba bercerita ini akan ikut lomba yang sama ditingkat provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Wabup Kapuas Hulu, Anton Pamero menuturkan lomba bercerita anak SD/madrasah ibtidaiyah se Kapuas Hulu kedepannya perlu dijaring dari seluruh sekolah. Wabup juga berharap perserta berkompetisi dengan keyakinan. “Perserta jangan rendah diri, bertanding harus ada motivasi diri harus menang, ini akan wakili Kapuas Hulu ke provinsi. Diprovinsi kita juga jangan mau kalah,” tegas Wabup.

Lomba bercerita ini agenda besar, menstimulasi minat baca anak-anak. Apalagi selama ini perkembangan teknologi membuat anak-anak kurang membaca buku-buku, apalagi tentang kepahlawanan dan kebudayaan daerah.

“Selama ini anak-anak sedikit beralih, lebih suka membaca di medsos, sedikit yang baca kebudayaan. Sebab itu kegiatan lomba bercerita ini patut kita sambut dengan baik,” tegas Wabup.

Pembudayaan membaca bisa dilaksanakan dengan kegiatan lomba. Dengan gemar membaca anak-anak juga bisa meningkatkan kompetensi dan bakatnya.

“Semua anak punya bakat istimewa, ini tidak muncul tanpa diasah, ini langkah strategis agar anak menguasai ilmu pengetahuan dengan membaca dan menceritakannya kembali,” tuturnya.

Wabup juga menghimbau agar semua pihak aktif mendorong minat baca anak-anaknya ke arah yang positif. Sebab upaya pembangunan minat baca itu tidak bisa dilakukan Pemerintah saja. “Orang tua, guru dan Pemda harus kerjasama secara terpadu menumbukan minat baca pada anak dan lingkungan sekitar.

Minat membaca jangan jadi hobbi saja, tapi jadikan kebutuhan,” tuntas Wabup. (Tim KIP)

About KIP