Nilai Ekspor CPO Badau di Bulan April, USD 5,2 Juta

By on

Pasca dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo, arus ekspor impor barang di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI-Malaysia di Nanga Badau, kabupaten Kapuas Hulu terus meningkat. Selain memberi dampak ekonomis bagi masyarakat setempat, PLBN Nanga Badau juga telah menjadi sumber pendapatan bagi Indonesia.

Kepala Bea dan Cukai Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Iputu Alit As, menuturkan bahwa arus keluar masuk barang di PLBN Nanga Badau belum terlalu tinggi intensitasnya. Bahkan saat Ramadhan sekarang ini, belum ada peningkatan. “Saat ini arus keluar masuk barang normal dan biasa saja,” ujarnya, saat dihubungi via WA, Rabu (8/5).

Alit menuturkan komoditi yang dominan masuk atau di impor dari Malaysia ke Badau lewat PLBN adalah Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Sedangkan komoditi yang keluar atau ekspor dari Badau ke wilayah Malaysia berupa CPO Kelapa Sawit, ikan sungai dan sahang. “Kalau impor Sembako ini hanya dilakukan lima kecamatan perbatasan saja,” tegasnya.

Untuk sisi dominasi impor atau ekspor, Alit menjelaskan bahwa dari sisi nilai, ekspor dari Badau ke Malaysia lebih besar dibanding nilai impor sembako yang masuk dari Malaysia ke Badau. “Untuk data ekspor CPO bulan April 2019 saja, totalnya USD 5,2 Juta, dengan kuantitas CPO sebanyak 11.400 ton,” tuntas Alit. (Tim KIP)

About KIP