5 Pilar Kementerian Agama

By on

Kim Juragan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), di gedung MABM Kapuas Hulu, Jumat (3/5/2019). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan 5 (lima) pilar Kementerian Agama.

Dalam rangka pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diselenggarakan oleh  Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (3/5/2019) di gedung MABM Kapuas Hulu, Kepala kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan 5 (lima) pilar Kementerian Agama.

5 (lima) pilar Kemenag bukan hanya sebuah simbol tapi perilaku. Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan.

“Orang yang proposional punya jam kerja yang jelas. Memiliki semangat bekerja. Tampil smart. Tampil inovasi. Senang dengan perubahan.” Ujar Drs. H. Ridwansyah, M.Si. ‌

Indonesia memiliki empat pilar, yakni Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. 17 April lalu, seluruh WNI telah melaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden.

Sebagai ASN tunjukkan sikap netralitas, tidak terpengaruh dengan media sosial, berita yang tidak pada tempatnya. Hendaknya mampu membangun kerukunan. Mampu mendamaikan. Bukan sebagai provokator. Ia mengajak fokus sebagai ASN.

Di bulan ramadhan Rabu (8/5/2019) ia menyerukan meningkatkan spritual.  Saling menghargai, dan menjalin komunikasi.

“Mari kita perkuat rasa persaudaraan, kerukunan, di momen menyambut Ramadhan, ajak sesama muslim dengan meningkat pemahaman.” Tuturnya.

Ia juga mengingatkan untuk memenej waktu yang singkat menggunakan kesadarannya karena masa muda tak akan kembali.

“Siapa bisa menjamin hari esok bisa diberikan kesempatan.” Ucapnya.

Umur kita pendek, moment yang penting di bulan Ramadhan harus ditingkatkan.  Meningkatkan ketaatan kepada Allah dan sesama muslim.

Membangun silaturrahmi, saling memaafkan.  Di bulan ramadhan kembali ke zero.  Hapuskan kebencian, juga kesombongan kepada saudara. Karena di mata Allah semua sama, yang membedakan hanyalah iman dan taqwa.  Yang dinilai kepatuhan ketaatan Allah tidak melihat harta kecuali hati.

About KIP