Pesantren Insan Mandiri Boarding School Putussibau Dibangun

By on

By. KIM Juragan.

Pembangunan Pesantren Insan Mandiri Putussibau terus berlanjut, sekolah ini berfokus pada program Tahfidz. Beralamat di Jalan Banin Teluk Barak. Jurnalis KIM menemui Ketua Yayasan Media Insan (Yasmin), H. Juremi di tokonya yang terletak di Jalan Ngurah Rai Putussibau.

Ia menuturkan, sejak 10 tahun lembaga pendidikannya yang sudah berjalan adalah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Mandiri. Kemudian tahun ini yayasannya akan memulai jenjang berikutnya, yaitu Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT).

SMPIT merupakan sekolah Islam Boarding School, yang saat ini sedang mengadakan pembangunan. Diperkirakan pada bulan Juni sudah selesai. Terdapat bangunan asrama, yang sedang dibangun lima lokal, masih satu area dengan sekolahnya.

Sekolah berbasis Al Quran, tafsir, hadits, dan akhlaq ini terletak 100 meter di belakang SDIT, komplek Telok Barak.

Pendanaannya merupakan swadaya, donatur, dan kotak amal berjumlah 10 kotak yang disebarkan di toko-toko.

Dari Sumber Daya Manusia, Yasmin telah mempersiapkan tenaga pengajar dengan mengirimkan 4 (empat) tenaga pengajar ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan di SMPIT Insan Mandiri Parung.

“Kami selaku ketua yayasan mensupport dan merealisasikan pembangunan SMPIT sampai selesai, tahun ini akan kami usahakan bisa membuka tahun ajaran baru.” Katanya.

“Visi misi, lanjutan dari pada SDIT, yakni mencetak para kader-kader dakwah yang  hafidz Al Quran 30 Juz dan berbahasa arab aktif. Itu merupakan program unggulan.” Tuturnya.

Setelah lulus SMPIT, bisa masuk ke Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) di seluruh Indonesia, selanjutnya bisa ke perguruan tinggi ke seluruh negeri.

SMPIT hadir di Kapuas hulu ini, melihat selama ini lulusan sdit yang ingin lanjut ke SMPIT harus ke Pontianak, ataupun ke Jawa. Maka pihaknya mengambil inisiatif segera mendirikan di Putussibau.

Agar nanti anak-anak yang lulus Sekolah Dasar kelas 6 (enam) bisa tetap melanjutkan di sini, karena smpit ini seperti pesantren. Hanya berbeda namanya, Islam Terpadu.

“Di SMPIT ini akan dibina 24 jam, dan dicetak menjadi generasi tahfidz Al Quran, ahli bahasa arab, tafsir, dan berakhlaq mulia. Dengan harapan semoga dengan adanya SMPIT nanti, anak-anak didik setelah sekolah dasar tidak usah jauh-jauh ke luar Kapuas hulu, jadi bisa sekolah di sini dan tercipta generasi penerus yang handal.” Ujarnya. (Ria).

About KIP