MIN Kapuas Hulu Gelar Acara Serah Terima Siswa Kelas Enam

By on

By. KIM Juragan.

MIN Kapuas Hulu melaksanakan acara serah terima siswa-siswi kelas VI tahun pelajaran 2018/ 2019 di halaman sekolah MIN, Rabu (1/5/19). Acara serah terima ini dimeriahkan oleh siswa-siswi MIN, seperti atraksi marching band yang ditampilkan oleh siswa MIN Kapuas Hulu, diilanjutkan dengan Mars Madrasah oleh siswa kelas VI, di awal kegiatan.

Penampilan tari yang pernah meraih juara 1 (satu) pekan olahraga dan seni se-Kabupaten Kapuas Hulu, juga ditampilkan diacara perpisahan ini. Tak hanya meriah, acara ini juga diwarnai tangis haru siswa yang akan melanjutkan ke SMP/ MTS. Saat menampilkan persembahan terbaik mereka di hadapan guru, dengan menghadiahkan lagu Terima Kasih Guru, ciptaan.

“Tujuan diadakan kegiatan ini dalam rangka untuk menanamkan sikap menghormati, menghargai jasa para guru, menanamkan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan pada diri siswa.” Ujar Mawar Susardie, S.HI Ketua Panitia.

Dengan suatu harapan agar terciptanya semangat yang tinggi pada diri siswa-siswi dalam menuntut Ilmu. Terbangunnya motivasi untuk belajar mengisi diri dengan berbagai macam ilmu pengetahuan, dan Tumbuhnya jiwa kreatif serta percaya diri.

Ia juga berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada orang tua dalam rangka melakukan sumbangsihnya. Serta memberikan ide-ide kreatifnya. 

“Kami berharap dengan kegiatan ini akan meningkatkan kerja sama antara pengurus komite dengan orang tua, serta pihak sekolah.” Tuturnya.

“Bagi orang tua dan rekan-rekan panitia kami ucapkan terimakasih. Semoga pengorbanan, jerih payah yang diberikan dalam rangka untuk mensukseskan kegiatan ini. Semoga Allah Azza Wa Jalla akan membalasnya.” Lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Solikhin, S.Pd.i., kepala sekolah MIN Kapuas Hulu, menyampaikan bahwa MIN Kapuas Hulu yang awalnya adalah MIN Putussibau, mulai berubah nama pada awal ajaran 2018/2019.

MIN terdiri atas 22 kelas. Tercatat jumlah siswa sebanyak 547. Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan 34. Yang terdiri dari 30 tenaga pendidikan,  dan 4 (empat) tenaga kependidikan. 

Solikhin, S.Pd.i berharap kepada anak didik, agar tak sampai di sini saja, tapi belajarlah setinggi-tingginya, sepanjang hayat. Sebagaimana dalam Islam, menuntut ilmu wajib hukumnya.

“Belajarlah sehingga akan memahami rahasia-rahasia alam di dunia ini, dan itu harus dicari.  Semangat dalam menggapai cita, berprestasi, berakhlaq Islami. Itu yang menjadi harapan.” Katanya.

Sedangkan H. Mohamad Yusuf, S.Ag., ketua komite, menyampaikan, pendidikan madrasah adalah pendidikan dasar.  Jangan putus sekolah walaupun wajib 12 tahun. Sebagai orang tua, wajib menyekolahkan anak setinggi – tingginya. 

Atas nama komite sekolah yang tentu dalam hal ini tidak dapat berbuat banyak. Kondisi tanah belum hak milik Kementerian Agama.

Selanjutnya Syahrul, S. Ag., Kepala Kementerian Agama mengatakan, Madrasah ibarat kain putih. Setitik ada noda, menghilangkannya tidak mudah. Merespon memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik yang cerdas dan sukses di kemudian hari. Dan berpesan kepada pendidik agar mempersiapkan mereka menjadi generasi yang tangguh. Harapannya komite menjadi jembatan dalam menjalin komunikasi kerja sama. 

“Untuk guru tingkatkan professionalitas dalam bekerja, Kementerian Agama memiliki lima budaya yang harus diimplementasikan dalam prilaku kerja sehari-hari. Yakni integritas, proposionalitas, inovasi, tanggungjawab, dan keteladanan.” Ucapnya.

“Kanwil pernah berjuang. Apa daya tangan tidak sampai. Tanah ini merupakan milik Pemda dan letaknya strategis. Namun, madrasah ini memiliki tanah hibah, tepatnya di depan Aliyah.” Pungasknya. (Ria).

About KIP