Porseni dan Ekonomi Masyarakat

By on

By. KIM Juragan.
Dalam rangka mencari prestasi anak didik di bidang olahraga dan seni, Senin (25/3/2019) telah dibuka secara resmi acara kegiatan pekan olahraga dan seni (Porseni) tingkat SMA, di Kabupaten Kapuas Hulu.
Tentu saja ini menarik para pedagang untuk membuka stand di sekitar arena Porseni. Beragam jenis stand di buka. Ada yang stand kuliner tradisional, dan kekinian. Pernak-pernik, obral baju, dan topi, ikan hias, permainan, hingga photobooth.

Tak hanya pedagang lokal yang memeriahkan acara Porseni tingkat pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Kapuas Hulu, namun para pedagang, berdatangan dari berbagai penjuru Kalimantan Barat, bahkan ada pula yang datang jauh-jauh dari Pulau Jawa.
Para pedagang keliling ini hadir di setiap event yang ada di Kalimantan Barat.

“Kami melihat event-nya apa melalui informasi yang didapat lewat pencarian di Google, maupun dari Instansi yang menyelenggarakan event ini. Biasanya, sebulan sebelumya diberi tahu.” Ujar Owner Pelangi Borneo, Kamis (25/4/2019).

Pria asal Jawa ini mengatakan, bahwa sesama pedagang saling berbagi informasi, jika ada event di Kalimantan Barat.
Ia menyampaikan harapan agar di daerah ada panitia khusus mengurusi stand-stand pedagang. Sehingga jelas di mana mereka diperbolehkan menggelar dagangannya. Seperti di tempat-tempat lain, ada panitia khusus bazar.

Adanya sinergi antar instansi terkait sehingga saling menguntungkan. Sehingga stand-stand di event ini tertata rapi. Dengan adanya event ini tentu saja tak lepas dari adanya unsur ekonomi masyarakat.
Sehingga mengarah kepada sosialisasi pengembangan Kapuas Hulu yang transparan. Dengan adanya event-event seperti ini, membuat suasana Kotanya lebih hidup.

“Seingat saya dulu ada panitia yang membagikan kartu tanda pengenal pedagang. Sehingga kami bisa mencari sesuap nasi, tak hanya itu, kami juga ingin memeriahkan event Porseni ini.” Pungkasnya. (Ria).

About KIP