Atasi Kasus Kekerasan Pada Perempuan, Ini Strategi PD ‘Aisyiyah Kapuas Hulu

By on

By. KIM Juragan.

Menindak lanjuti kegiatan Organisasi ‘Aisyiyah dalam acara Mubalighat di gedung SMA Muhammadiyah Kapuas Hulu, Minggu (7/4/2019), yang tujuannya untuk melatih, mencetak ibu-ibu Aisyiyah menjadi pionir di Kapuas Hulu, membantu menanggulangi kasus kekerasan dalam rumah tangga pada wanita, serta pelecehan seksual dan meluaskan dakwah, PD ‘Aisyiyah Kapuas Hulu membentuk suatu majelis.

“Caranya dengan upaya pendekatan kepada korban, dan memberikan arahan. Kemudian membuka ruang edukasi seks sejak dini.” Ujar Ketua PD ‘Aisyiyah Kapuas Hulu, Dra. Sri Pardiyati kepada KIM Juragan (24/4/2019).  

Di tahun 2018 Catatan Tahunan (CATAHU) Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, meningkat 14 % dari tahun sebelumnya. Sedangkan di tahun 2019, Komnas Perempuan meluncurkan CATAHU dengan judul “Korban Bersuara, Data Bicara Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Sebagai Wujud Komitmen Negara”. Kasus-kasus tersebut didata dari laporan dan ditangani oleh lembaga pengadalayanan, baik yang diselenggarakan pemerintah, organisasi masyarakat, serta pengaduan yang langsung datang ke Komnas Perempuan.

Sri mengatakan anak-anak harus selalu menja diri sendiri “remaja, pra nikah, ataupun anak-anak yang memasuki tahapan usia pendidikan, diperlukan persiapan Paling utama adalah iman, kemudian menjaga diri sendiri dan mengetahui lingkungan serta tidak mudah dipengaruhi oleh apapun”.

Ke depannya harapan dari ‘Aisyiyah adalah, perempuan-perempuan yang ada di Kapuas Hulu, anak-anak muda, remaja, bisa aman, hidup dengan tenang, bisa merasa terlindungi oleh adanya dakwah yang akan ‘Aisyiyah jalankan.

Organisasi ‘Aisyiyah terbuka bagi siapapun. Untuk yang di atas 40 tahun. Atau yang sudah berkeluarga. Setiap sebulan sekali ada kajian, event-event kegiatan sosial kemasyarakatan. Aisyiyah dan Muhammadiyah memiliki anak perempuan yang namanya NA (Nasyiatul Aisyiyah) usiah di bawah 40 tahun, serta memiliki visi misi tersendiri. (Ria).

About KIP