Pembentukan KIM

Setidaknya dibutuhkan tiga orang untuk bisa membentuk KIM. Jumlah pendiri KIM ini bisa bertambah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pendiri dalam mengelola para anggotanya. KIM merupakan organisasi yang luwes atau fleksibel. Pembentukannya tak melihat lokasi. Inisiatif membentuk KIM bisa dilakukan di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Anggota KIM juga tak dibatasi. Bisa berasal dari remaja, orang tua, serta tidak membedakan jenis kelamin. KIM justru memberi ruang kesetaraan jender bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan dan penyebaran informasi yang dinilai bisa memberikan nilai tambah. Di berbagai wllayah, anggota KIM datang dari aneka profesi atau pekekerjaan. Ada KIM yang beranggotakan para petani, peternak, nelayan, pedagang, pelajar hlngga mahasiswa. Yang terpenting, semua anggota KIM berpadu dan mempunyai tujuan bersama dalam mendayagunakan informasi sebagai sarana mendapatkan solusi atas persoalan yang dihadapi.

Pendayagunaan informasi merupakan upaya memanfaatkan informasi untuk meningkatkan nilai tambah. Pada tahap awal, pendayagunaan informasi dilakukan saat orang menghadapi situasi yang tidak pasti dan di sisi lain dituntut mengambil keputusan yang terbaik. Ini tak lepas dari sifat alami manusia yang harus slap membuat keputusan setiap saat.

Karena itulah di setiap situasi dan kondisi, manusia membutuhkan informasi. ini sejalan dengan fungsi informasi itu sendiri. Fungsi informasi ialah untuk mengurangi ketidakpastian. Dengan adanya informasi, pengambilan keputusan bisa Iebih mudah. Artinya, makin pasti situasi dan kondisi, makin sedikit pula informasi yang dibutuhkan.

Sejalan dengan pemikiran itulah, masyarakat perlu membentuk kelompok.Tujuannya agar informasi yang ada bisa diperolah (diakses) dan bisa dikelola dengan baik untuk kemudian disebarkan. Dengan adanya kemampuan mi, masyarakat akan selangkah Iebih maju dalam mengatasi persoalannya secara bersama-sama. Tak hanya itu, masyarakat juga Iebih berdaya dalam menjawab persoalan hidup sehari-hari.

Dalam praktiknya, KIM dibentuk dengan paradigma atau cara pandang bottom-up yang berarti dibentuk dari bawah. Di sini, keterlibatan pemerintah hanya sebagai pendorong dan pembina agar masyarakat mandiri dalam membentuk, mengelola, dan memberdayakan KIM. Selanjutnya, KIM yang telah terbentuk selanjutnya bisa disinergikan dengan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kemandirian dan kemauan maju menjadi dua hal penting yang harus dimiliki anggota masyarakat pada saat untuk hendak membentuk. Untuk itulah kesadaran bersama untuk berkelompok menjadi pondasi awal yang harus dimiliki masyarakat. Dukungan pemerintah merupakan tahapan lanjutan setelah KIM terbentuk dan memainkan perannya di tengah masyarakat.

Adapun tahap-tahap pembentukan KIM adalah sebagai berikut :

  1. Menetapkan anggota KIM yang terdiri atas “minimal” , 1 orang ketua, 1 orang sekretaris, 1 orang bendahara;
  2. Penunjukan anggota KIM sebagaimana dimaksud, dapat ditetapkan melalui salah satu dasar hukum sebagai berikut : Keputusan Kepala Desa dimana KIM berada , Keputusan Camat dimana KIM berada, Keputusan Kadis Kominfo Statistik;
  3. Menyerahkan keputusan sebagaimana angka 2, kepada Diskominfo Statistik Kabupaten Kapuas Hulu untuk kemudian di SK kembali bersama KIM lain dalam Keputusan Bupati Kapuas Hulu;
  4. KIM yang telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kapuas Hulu, dapat menggunakan fasilitas pengelolaan berita KIM dengan media website : www.kapuashulu.info 
  5. KIM yang menulis berita seputar wilayahnya melalui web portal berita bersama : www.kapuashulu.info dapat diberikan kontribusi biaya sesuai ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan (baca : ketentuan penulisan )
To Top