Berita

BPBD Cegah Kebakaran Lewat Apat dan Apar

By. KIM Juragan.

Suyatno Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menangani masalah pemadam kebakaran (Damkar) menyampaikan di awal tahun ini terjadi kebakaran dahsyat di pasar merdeka yang menghanguskan 11 ruko. Itulah permulaan di tahun 2019 BPBD melaksanakan tugasnya.

Tips untuk menghindari kebakaran, BPBD selalu menyinggung masalah keselamatan, misalnya kalau ada kebakaran seperti kompor gas itu sangat mudah, karena mengenal alat pemadam kebakaran tidak hanya mengenal mobil yang begitu besar, tapi bisa dicegah melalui Apat dan Apar.

Apat adalah alat pemadam api tradisional, seperti pasir, karung atau selimut yang mudah menyerap air, termasuk air.

Sedangkan apar adalah alat pemadam api ringan yang sekarang sudah modern, berbentuk tabung. Yang biasa dijumpai di kantor, di hotel, di sekolah, kemudian di instansi kesehatan RSUD dan Puskesmas.

“Dulunya damkar ini melekat di Satpol-PP bidang Limas penanggulangan kebakaran, kemudian dua bulan ini di tahun 2019 damkar ditarik kembali ke BPBD.” Ungkapnya kepada KIM Juragan di halaman Batalyon 644 Walet Sakti.

Karena BPBD baru buka di Kapuas Hulu. Kantornya bertempat di lingkungan kerja kantor bupati.

Ditemani dua rekan kerjanya Hermansyah dan Wira Sasmita, Suyatno yang akrab disapa pak Dimas ini menceritakan historis suka duka dalam menjadi petugas damkar.

“Sukanya karena bekerja dengan benar-benar menjiwai, bisa membantu menyelamatkan harta, dan nyawa dari sisi kemanusiaannya.” Tuturnya.

“Dukanya tidak peduli hujan, ataupun panas, yang namanya kalau ada kebakaran, dalam kondisi apapun kami harus tetap turun. Harus semangat.” Lanjutnya.

Dalam menyikapi komen negatif, Pak Dimas beserta rekan kerja menganggapnya sebagai vitamin, juga sebagai pemacu untuk evaluasi kerja,

Jika pekerjaan itu hanya mulus-mulus sajapun itu tidak baik efeknya. Artinya setiap masukan atau kritikan-kritikan dari masyarakat ditampung dan menjadi evaluasi. Ke depannya harus ada perubahan.

Terkait program kerja BPBD, damkar sering bersinggungan langsung dengan masyarakat, masyarakat mengirimkan undangan atau surat untuk memberikan sosialisasi, atau penyuluhan tentang kebakaran lingkungan.

Kepada masyarakat ia menyampaikan beberapa hal tentang kebakaran lingkungan, salah satu contohnya misalnya kalau ada mobil damkar bekerja masyarakat harap bisa mundur, radius 100 meter, kemudian jangan terlalu dekat dengan TKP, itu salah satu contohnya.

Kedua, kalau ada kebakaran, agar kiranya bisa mematikan string listrik, kemudian menghitung jumlah keluarga.

ketiga membantu pihak keamanan, misalnya agar tidak ada penjarahan dan sebagainya.

BPBD sering memberikan penyuluhan ke kantor-kantor, ke sekolah, rumah sakit, Puskesmas, dan sebagainya yang disambut antusias luar biasa oleh peserta penyuluhan.

Pertama, mereka bisa mengenal mobil damkar yang begitu besar, beserta kapasitas, kegunaan, dan fungsi. Manfaat positif tetap akan kami sampaikan sebagai selaku pemadam kebakaran sebagaimana fungsinya. (Ria).

Most Popular

To Top