Aktifitas Masyarakat

​Sangat Menguntungkan !!!Budidaya Maggot / Ulat sevagai Pakan Ikan Arwana

Laporan KIM Entugan Hulu
A.Hartawansyah Praniansyah
Informasi Suhaid, TFT ( The Forest Trust ), Selasa 8 Mei 2018 mengadakan pelatihan budidaya maggot atau ulat sebagai pakan ikan arwana.

TFT melibatkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Entugan hulu dan masyarakat Nanga Suhaid dalam pelatihan tersebut.

Aslimsyah Ketua BPD Desa Nanga Suhaid mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk Pemberdayaan Masyarakat”, ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, Moch. Ichwan Putra Perkasa selaku Pendamping Teknis Perikanan TFT menjelaskan secara detail tentang apa itu Maggot, manfaatnya sampai proses budidayanya.

” Maggot adalah Larva serangga black soldier fly (hermentia illucens, stratiomydae, diptera ). Maggot memiliki banyak kelebihan, diantaranya adalah dapat mereduksi sampah organik (dewetering), maggot dapat hidup dalam toleransi ph yang cukup luas, maggot tidak membawa atau agent penyakit, mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi (40-45%), serta masa hidup cukup lama (4 minggu), Maggot sangat potensial sebagai pakan tambahan ikan arwana, kelebihan lain dari maggot ini memiliki kandungan antimikroba dan anti jamur, sehingga apabila di konsumsi oleh ikan akan tahan terhadap penyakit bakterial dan jamur. Maggot ini dapat dihasilkan dari dua jenis lalat yaitu black soldier fly ( hermetia illucens) dan lalat hijau (calliphora sp)”. ungkapnya

Ichwan juga menambahkan ” untuk mendapatkan maggot ini tidak memerlukan teknologi tinggi, sehingga sangat cocok diterapkan pada daerah sentra perikanan untuk menekan biaya produksi, bagi yang berminat budidaya maggot dirumah, bisa menyiapkan perlengkapan diantaranya, baskom, ampas tahu, bekatul /dedak, air dan limbah sayur /limbah nasi”.

Cara pembuatan maggot :

1. Timbang media ampas tahu 1.5 kg

2. Bekatul 0,5 kg

3. Air kurang lebih 1 gelas aqua

4. Telur lalat

Campurkan kedua bahan diatas dalam sebuah baskom dan tambahkan sedikit air, aduk sampai rata. Letakkan telur lalat diatas permukaan media tadi dengan dilapisi daun kering agar telur lalat tidak tersentuh langsung dengan media yang masih lembab, karena bisa menyebabkan telur busuk.

Setelah tiga hari maggot akan menetas, bisa diberikan pakan limbah sayur atau limbah nasi secukupnya. Menariknya adalah maggot bisa dipanen umur 10-14 hari setelah menetas, namun jika ingin dijadikam sebagai indukan maka hanya membutuhkan waktu 28 hari setelah menetas, dan maggot siap menjadi lalat dengan usia 7 hari akan menghasilkan telur 900-100 telur per ekor lalat.

Maggot bukan hanya bermanfaat sebagai pakan ikan arwana, namun budidaya maggot bisa sebagai usaha masyarakat dan meningkatkan nilai tambah, khususnya penghasilan.

Most Popular

To Top